| Baca selengkapnya |
Sabtu, 05 November 2011
Indonesia Siapkan Roadmap Kebijakan Green ICT
Apple Akhirnya Mengaku iPhone 4S tak Sempurna, Ada Sejumlah 'Bugs' dalam iOS5
REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA--Peluncuran iPhone dua seri terakhir selalu mengundang masalah. iPhone 4, misalnya, bermasalah dengan antenanya, yang membuat Apple harus menambah casing antena pada tiap konsumen.Sekarang, iPhone terbaru seri 4S pun terkena musibah. Banyak pemilik iPhone seri ini mengeluhkan daya tahan batere. Mereka mengatakan batere iPhone 4S sangat cepat habis, bahkan dalam keadaan tidak digunakan.Apa yang terjadi?Menurut Apple, ini karena masalah 'bug' di sistem operasi mereka yang terbaru iOS5. Meski demikian, Apple hanya menganggap konsumen yang mengeluhkan masalah batere ini jumlahnya sedikit."Ada beberapa konsumen Apple yang melaporkan kalau batere iPhone 4S tidak seperti yang mereka harapkan saat menggunakan iOS5," kata Apple dalam komentar resminya pada All ThingsD."Kami menemukan ada beberapa 'bugs' (ketidaksempurnaan sistem) yang mempengaruhi daya tahan batere. Kami segera merilis update software terbaru untuk mengatasi masalah ini." kata Apple.Update iOS5 itu diperkirakan baru akan rilis beberapa pekan lagi. Apple menolak memerinci pernyatannya lebih lanjut.iPhone 4S dirilis beberapa saat sebelum meninggalnya pendiri Apple, Steve Jobs. Secara fisik, ponsel pintar ini tak berbeda dengan ponsel iPhone seri 4. Yang berbeda adalah softwarenya karena Apple menambahkan iOS5 dan asisten digital Siri.iPhone 4S langsung meledak di pasaran. Memecahkan rekor sehari penjualan yang sebelumnya dipegang iPhone 4S. Sekitar sejuta unit iPhone 4S laku di hari pertama penjualannya.
| Baca selengkapnya |
Senin, 24 Oktober 2011
Kebebasan Internet dan Demokrasi
Internet telah menjadi ruang publik paling utama di abad ke-21.
VIVAnews - Hanya setahun lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, menyerukan komitmen global bagi kebebasan Internet. Berdasarkan kerangka dasar hak asasi manusia universal, Kebebasan Internet--atau seperti yang didefinisikan oleh Menlu Clinton sebagai kebebasan berkoneksi--menjamin kebebasan berkumpul, berekspresi, dan berkumpul di dunia maya.
Saat ini, dengan terjadinya berbagai peristiwa global, komitmen ini menjadi jauh lebih penting dari sebelumnya. Dengan menjaga hak-hak ini di era digital, kita juga akan menjaga potensi dan janji masa depan Internet untuk menjadi sebuah tempat pertukaran ide, inovasi, koneksi dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan latar belakang kejadian di Mesir baru-baru ini, dan penutupan Internet terbesar yang terjadi di masa kita, kita telah mendengar berbagai permintaan dari Presiden Obama, Menteri Luar Negeri Clinton, dan para pemimpin dunia agar kita semua menghormati kebebasan untuk berkoneksi dan berkomunikasi, khususnya dalam pencarian dan pertukaran informasi lewat Internet.
Indonesia memiliki komunitas Facebook terbesar kedua di dunia, dan pengguna ketiga terbesar untuk Twitter, dan juga “rumah” bagi jutaan blog dengan segala macam topik: fotografi, politik, agama, olahraga, dan fesyen, yang merupakan topik-topik umum yang dibaca dan ditulis.
Internet telah menjadi ruang publik paling utama di abad ke-21--telah menjadi tempat bertemu bagi seluruh warga dunia. Bangsa Indonesia hidup di negara bebas di mana undang-undang dasar menjamin kebebasan individu seperti kebebasan berkumpul, berhimpun, dan berekspresi.
Oleh sebab itu Indonesia tidak mengenal jenis kelamin, agama, etnis, atau latar belakang ekonomi untuk memiliki akses Internet secara terbuka yang akan digunakan untuk mendapatkan informasi, mengeluarkan pendapat, dan berkumpul bersama-sama secaraonline.
Berbagai aksi-aksi sipil damai yang telah kita lihat seperti Indonesian Unite dan “Koin untuk Prita”, mulai bermunculan di Internet. Warga-warga dari seluruh dunia setiap hari bertemu dan saling berhubungan lewat Internet untuk melihat berita dan bertukar informasi tentang apa yang terjadi di dunia atau untuk menjamin agar suara mereka didengar.
Lewat berbagai dialog ini, baik secara online atau percakapan langsung, berbagai dimensi baru dalam perdebatan yang telah kita lakukan selama berabad-abad mulai muncul, seperti: cara-cara memerintah yang terbaik, cara-cara untuk menegakkan keadilan, cara-cara untuk meraih kemakmuran dan cara-cara menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung pembangunan jangka panjang, baik di dalam maupun di luar negeri kita.
Pilihan solusi
Keterhubungan yang muncul di era digital telah menciptakan dorongan baru mencari solusi bagi berbagai isu-isu lama tersebut. Untuk itu, pemerintah-pemerintah dunia saat ini harus mengambil keputusan-keputusan sulit yang akan menentukan masa depan Internet.
Kita mengenal pilihan-pilihan tersebut, tetapi kita tidak mengetahui cara untuk menolak pilihan-pilihan itu. Bagaimana kita bisa memilih untuk melindungi antara kebebasan dan keamanan? Antara transparansi dan kerahasiaan? Antara kebebasan berekspresi dan toleransi serta kerukunan?
Pertama, kebebasan dan keamanan terlalu sering dipandang sebagai sesuatu yang saling berdiri sendiri, tetapi kita harus mempunyai keduanya, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Kita diperingatkan setiap hari akan janji sekaligus bahaya era informasi. Kita harus memiliki keamanan yang cukup untuk mewujudkan kebebasan, tetapi jangan terlalu banyak, hingga akan membahayakan kebebasan. Dalam menyeimbangkan antara kebebasan dan keamanan, tolok ukurnya adalah aturan hukum. Kepatuhan kita pada aturan hukum tidak hilang begitu saja di dunia maya.
Begitu pula komitmen kita terhadap kebebasan sipil. Amerika Serikat mempunyai tekad yang sama kuatnya baik di dunia nyata maupun di dunia maya untuk melacak dan menghentikan tindak terorisme dan kejahatan. Dalam dua sisi itu, kita berupaya meraih tujuan tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut.
Bukan rahasia lagi bahwa “keamanan” sering dijadikan pembenaran untuk menghancurkan kebebasan Internet. Pemerintahan yang menangkapi para blogger, yang mencampuri kegiatan warganya, dan yang membatasi atau menutup akses ke informasi dengan alasan menjaga keamanan tidaklah dibenarkan. Membungkam gagasan tidak akan membuat gagasan itu hilang.
Kedua, kita wajib melindungi baik transparansi maupun kerahasiaan. Transparansi itu penting. Kita bisa dan harus memberikan warga negara informasi mengenai pemerintah mereka dan membuka pintu bagi mereka untuk berbisnis yang dulunya tertutup bagi sebagian besar orang. Namun, kerahasiaan juga merupakan hal yang penting.
Kerahasiaan menjaga kemampuan organisasi dan pemerintahan dalam menjalankan misi mereka dan dalam melayani kepentingan masyarakat. Pemerintahan memang memiliki standar yang lebih tinggi dalam menjaga kerahasiaan karena mereka melayani kepentingan masyarakat.
Akan tetapi, semua pemerintahan menerapkan derajat kerahasiaan tertentu ketika menangani masalah-masalah seperti keselamatan umum dan keamanan nasional. Sebagai contoh, tidaklah wajar untuk mempublikasikan detail perundingan sensitif antarnegara tentang bagaimana menempatkan dan membuang bahan nuklir, atau bagaimana memerangi kekerasan oleh mafia narkoba
Ketiga, kita harus berusaha untuk melindungi kebebasan berekspresi, dan pada saat yang sama memupuk toleransi. Sama seperti alun-alun kota, Internet adalah rumah bagi setiap jenis pidato: palsu, ofensif, konstruktif dan inovatif. Dengan populasi online lebih dari dua milyar yang berkembang pesat, sifat dan variasi pidato-pidato secara online juga akan berkembang.
Tidak dapat dipungkiri, sejalan dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, semua orang memiliki hak untuk bebas berekspresi. Tantangannya adalah untuk memenuhi komitmen kebebasan berekspresi secara online dengan menekankan pentingnya manfaat Internet untuk memajukan toleransi dan perdamaian.
Kami percaya bahwa cara terbaik untuk melakukan ini adalah mempromosikan kebebasan berbicara lebih banyak dan tidak membatasinya. Mengekspos dan menantang pidato ofensif, bukan menekannya, akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merespons and mengawasi. Ide-ide dan gagasan akan menjadi lebih kuat, dan mereka yang tidak memiliki dasar akan pudar seiring dengan waktu.
Melalui kebebasan Internet, kita memiliki kesempatan langka untuk mengikat masalah hak asasi manusia dengan aspirasi kami untuk kemakmuran ekonomi bersama. Prinsip-prinsip kebebasan Internet berakar pada keterbukaan sehingga Internet dapat tetap menjadi mesin ide-ide, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Pasar yang terbuka bagi produk dan jasa yang baru mejadi katalisator kewirausahaan, inovasi, dan investasi. Kita telah melihat investasi dan inovasi di pasar Internet global untuk negara-negara yang berupaya membuka kebijakan Internet mereka.
Ketika kita bergerak maju dan "alun-alun Internet" terus berkembang, kami yakin bahwa kita akan dapat melindungi dan memajukan prinsip-prinsip kebebasan dan keamanan; transparansi dan kerahasiaan, dan kebebasan berbicara dan toleransi. Secara keseluruhan, semua unsur itu merupakan pilar dari suatu dunia maya yang gratis dan terbuka untuk semua.
*Artikel ini ditulis oleh Scot Marciel, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.
| Baca selengkapnya |
China Blokir Foursquare
Pemblokiran ini menyusul banyaknya postingan berkaitan dengan Tiananmen Square
VIVAnews - Menurut laporan sejumlah sumber, pemerintah di China telah memblokir layanan media sosial Foursquare.com di daratan Negeri Tirai Bambu.
Alasannya masih belum jelas, tetapi beberapa pihak berspekulasi bahwa hal ini disinyalir karena ramainya informasi peringatan 21 tahun atas tragedi pembantaian di Tiananmen Square yang hilir mudik di layanan berbasis lokasi tersebut.
Sebab, pemerintah China selama ini selalu menutup-nutupi tragedi tersebut dan mencekal tiap diskusi yang menyinggung topik tersebut. Bahkan pemerintah China telah memblok kata-kata kunci di mesin pencari di Internet.
Seperti diketahui, bertepatan dengan peringatan ke-21 tahun tragedi itu, Sabtu 5 Juni 2010, beberapa pengguna Foursquare melakukan update status, atau dikenal dengan istilah "check in", di lapangan Tiananmen Square sebagai bentuk solidaritas pada korban yang rata-rata adalah anti-pemerintah ketika itu.
Menariknya, Walikota yang saat ini memimpin wilayah Tiananmen Square itu juga aktif mengakses Foursquare dengan nickname Chommy.
Menurut laman Techblog86, sebuah website berita teknologi di China, terjadi peningkatan dramatis pada jumlah orang yang menggunakan layanan Foursquare di Tiananmen Square. Dalam screenshot aplikasi Foursquare pada iPhone, tampak ratusan orang "check in" di lokasi pembantaian.
Sampai saat ini, masih belum jelas apakah pemblokiran layanan Foursquare oleh pemerintah setempat akan berlaku tetap atau sementara. Kabarnya, mereka telah menggunakan teknologi firewall yang sangat canggih untuk menyaring konten-konten yang tidak layak diakses oleh masyarakat China.
Foursquare bukanlah layanan pertama yang menjadi "korban". Sebelumnya, Facebook dan Google juga telah diblokir dan belaku sampai saat ini. Karena, pemerintah China dinilai sangat sensitif untuk isu-isu yang menyinggung pelanggaran HAM atau SARA. (mt)
| Baca selengkapnya |
Minggu, 23 Oktober 2011
Dubes AS: Kebebasan Internet di RI Bagus
Menurut dia, pemerintah di negara manapun tak perlu campur tangan atas kebebasan internet.
VIVAnews - Duta Besar Amerika Serikat (AS), Scot Marciel, merasa senang atas kebebasan internet yang telah berlangsung di Indonesia. Dia menilai pemerintah tidak perlu sampai mengekang kebebasan internet.
"Saya melihat kebebasan internet sudah cukup luas di sini [Indonesia]. Makin banyak masyarakat yang menyadari manfaat internet dalam menyampaikan ekspresi dan kritik," kata Marciel dalam diskusi singkat dengan sejumlah wartawan di kediamannya di Jakarta, Jumat 18 Februari 2011.
Menurut Marciel, kebebasan internet di negeri ini sudah terbukti dengan aktifnya banyak warga Indonesia di laman-laman media sosial. "Indonesia memiliki komunitas facebook terbesar kedua di dunia, dan pengguna ketiga terbesar untuk Twitter," kata Marciel yang baru bertugas selama enam bulan di Jakarta.
Marciel juga mengakui bahwa Indonesia menjadi “rumah” bagi jutaan blog dengan segala macam topik: fotografi, politik, agama, olahraga, dan feysen, yang merupakan topik-topik umum yang dibaca dan ditulis. Kesan Marciel atas kebebasan internet di Indonesia juga tertuang dalam opininya di VIVAnews (artikel bisa dilihat dengan membuka tautan ini).
Menurut Dubes AS itu, pemerintah di negara manapun tidak perlu campur tangan atas kebebasan internet. Bahkan, pemerintah pun sulit untuk mengontrol kebebasan internet di negeri mereka. Ini terlihat dengan pergolakan di Mesir dan Tunisia serta beberapa negara lain. Demonstrasi pro-demokrasi terus berlangsung kendati rezim yang berkuasa saat itu berupaya memblokir akses internet.
"Munculnya berbagai laman media sosial dan blog di internet membuat pengetahuan masyarakat bertambah dan menjadi kritis untuk memperbaiki diri," kata Marciel.
Namun, Marciel menyadari bahwa kebebasan internet menimbulkan efek samping, yaitu disalahgunakan menjadi medium pornografi dan tindak kriminal. Masalah itulah yang menjadi kekhawatiran bagi banyak keluarga di Indonesia.
"Masalah ini juga terus dibicarakan di Amerika. Saya pun khawatir karena juga punya anak yang masih muda. Pornografi dan tindak kriminal seperti pencurian data di internet bisa dikatagorikan kriminalitas," kata Marciel.
Oleh karena itu, masyarakat pun bisa mengajukan gugatan ke polisi bagi pengirim materi pornografi dan pencuri informasi di dunia maya. Namun, tidak perlu ada pengekangan dari pemerintah dalam aturan apapun.
"Kebebasan internet yang saya dukung adalah menjadikan internet sebagai sarana yang ampuh mengkekspresikan diri dan mengutarakan opini tanpa perlu takut," kata Marciel.
| Baca selengkapnya |
Daftar Isi Blog
-
▼
2011
(2024)
-
▼
Desember
(14)
- 10 Selebriti Yang Paling Gila Belanja
- 6 Penemuan Paling Konyol Sepanjang Abad Ke-20
- 5 Cara Untuk Mengetahui Kalau Pasangan Selingkuh S...
- 5 Jembatan Paling Menakutkan Di Dunia
- Sifat-Sifat Anda Dilihat Dari Posisi Tidur
- 10 Air Terjun Tertinggi di Dunia
- Kuburan-kuburan paling aneh sedunia
- 10 Gitaris Tercepat Di Dunia
- 4 Tipe Anak Gaul
- 4 Tips Untuk Wanita Agar Dia Jatuh Cinta Kembali
- Fakta-fakta Misterius Dalam Sejarah Evolusi Manusia
- Rahasia Wanita Yang Tidak Boleh Dibaca Wanita
- Fakta-fakta di Balik Indahnya "Kebahagiaan"
- 5 Makanan Untuk Terapi Patah Hati
-
▼
Desember
(14)

